konten 1
konten 2
konten 3

Kamis, 04 Desember 2014

Pengaruh Jawa



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Sastra lama adalah karya satra yang menggunakan bahasa melayu yang lahir pada masyarakat lama dan berkembang sebelum Abdullah bin Abdul Qadir Al Munsji. Kesusasteraan lama mendapat pengaruh dari berbagai budaya yaitu budaya Jawa, Hindu, Islam, dan yang bercorak kebangsaan. Makalah ini akan membahas tentang kesusasteraan lama yang mendapat pengaruh budaya Jawa dengan tujuan agar kita dapat memahami apa yang dimaksud dengan sasatra lama yang mendapat pengaruh budaya Jawa.

1.2  Rumusan Masalah

1.             Apa yang dimaksud dengan sastra lama yang mendapat pengaruh budaya Jawa?
2.             Bagaimana ciri-ciri sastra lama yang mendapat pengaruh dari Jawa?
3.             Apa saja karya sastra lama yang mendapat pengaruh Jawa?
4.             Mengapa karya sastra tersebut termasuk dalam karya sastra yang mendapat pengaruh Jawa?

1.3  Tujuan Penulisan

1.             Mendeskripsikan pengertian sastra lama yang mendapat pengaruh Jawa
2.             Mengetahui ciri-ciri karya satra lama yang mendapat pengaruh Jawa
3.             Memberikan contoh karya satra lama yang mendapat pengaruh Jawa
4.             Memaparkan alasan mengapa karya sastra tersebut termasuk karya sastra lama yang mendapat pengaruh Jawa





1.4  Manfaat Penulisan

1.             Agar pembaca mengetahui pengertian dari satra lama yang mendapat pengaruh Jawa
2.             Agar pembaca mengetahui ciri-ciri dari sastra lama yang mendapat pengaruh Jawa
3.             Agar pembaca mendapat gambaran contoh karya sastra lama yang mendapat pengaruh Jawa
4.             Agar pembaca mengetahui alasan karya sastra tersebut termasuk dalam sastra lama yang mendapat pengaruh Jawa


















BAB II
PEMBAHASAN

2.1         Pengertian Sastra Lama yang Mendapat Pengaruh Jawa

Karya sastra lama yang mendapat pengaruh Jawa adalah karya sastra yang menggunakan bahasa melayu yang lahir pada masyarakat lama dan berkembang sebelum Abdullah bin Abdul Qadir Al Munsji dan mendapat pengaruh dari  budaya Jawa. 
Contoh karya sastra lama yang mendapat pengaruh budaya jawa adalah cerita panji. Cerita panji mempunyai beberapa bentuk, diantaranya dalam bentuk hikayat, syair, dan dongeng.
Cerita panji adalah sebuah kumpulan cerita yang berasal dari Jawa periode klasik, tepatnya dari era Kerajaan Kadiri. Isinya adalah mengenai kepahlawanan dan cinta yang berpusat pada dua orang tokoh utamanya, yaitu Raden Inu Kertapati (atau Panji Asmarabangun) dan Dewi Sekartaji (atau Galuh Candrakirana). Cerita ini mempunyai banyak versi, dan telah menyebar di beberapa tempat di Nusantara (Jawa, Bali, Kalimantan, Malaysia, Thailand, Kamboja, Myanmar, dan Filipina).
Cerita panji yang beredar di negara lain agak berbeda dengan cerita panji yang beredar . Meskipun isi cerita yang disampaikan adalah sama seperti yang beredar di Indonesia, tetapi negara Kamboja menggunakan nama-nama yang ada dalam cerita panji seperti Inu Kertapati menjadi Eynao  dan Gunung Putjangan menjadi Phuom Pachangan.di Indonesia, contohnya di Kamboja
Beberapa cerita rakyat seperti Keong Mas, Ande-ande Lumut, dan Golek Kencana juga merupakan turunan dari cerita ini. Karena terdapat banyak cerita yang saling berbeda namun saling berhubungan, cerita-cerita dalam berbagai versi ini dimasukkan dalam satu kategori yang disebut "Lingkup Panji" (Panji cycle).
Sebagai suatu karya sastra yang berkembang dalam masa Jawa Timur klasik, kisah Panji telah cukup mendapat perhatian para ahli. Ada yang telah membicarakannya dari segi kesusasteraannya (Cohen Stuart 1853), dari segi kisah yang mandiri (Roorda 1869), atau diperbandingkan dengan berbagai macam cerita Panji yang telah dikenal (Poerbatjaraka 1968), serta dari berbagai segi yang lainnya.

Menurut C.C. Berg (1928) masa penyebaran cerita Panji di Nusantara berkisar antara tahun 1277 M (Pamalayu) hingga ± 1400 M. C.C.Berg juga menambahkan bahwa tentunya telah ada cerita Panji dalam Bahasa Jawa Kuno dalam masa sebelumnya, kemudian cerita tersebut disalin dalam bahasa Jawa Tengahan dan Bahasa Melayu. Berg (1930) selanjutnya berpendapat bahwa cerita Panji mungkin telah populer di kalangan istana raja-raja Jawa Timur, namun terdesak oleh derasnya pengaruh Hinduisme yang datang kemudian. Dalam masa selanjutnya cerita tersebut dapat berkembang dengan bebas dalam lingkungan istana-istana Bali.
R.M.Ng. Poerbatjaraka membantah pendapat Berg tersebut, berdasarkan alasan bahwa cerita Panji merupakan suatu bentuk revolusi kesusastraan terhadap tradisi lama (India). Berdasarkan relief tokoh Panji dan para pengiringnya yang diketemukan di daerah Gambyok, Kediri. Akhirnya, Poerbatjaraka menyimpulkan bahwa asal mula timbulnya cerita Panji terjadi dalam zaman keemasan Majapahit (atau dalam masa akhir kejayaan kerajaan tersebut) dan ditulis dalam Bahasa Jawa Tengahan. Penyebarannya ke luar Jawa terjadi dalam masa selanjutnya dengan cara penuturan lisan.
Cerita di dalam lakon panji berhubungan dengan tokoh-tokoh nyata dalam sejarah Jawa (terutama Jawa Timur). Tokoh Panji Asmarabangun dihubungkan dengan Sri Kamesywara, raja yang memerintah Kediri sekitar tahun 1180 hingga 1190-an. Permaisuri raja ini memiliki nama Sri Kirana adalah puteri dari Jenggala, dan dihubungkan dengan tokoh Candra Kirana. Selain itu ada pula tokoh seperti Dewi Kilisuci yang konon adalah orang yang sama dengan Sanggramawijaya Tunggadewi, puteri mahkota Airlangga yang menolak untuk naik tahta.

2.2         Ciri-Ciri Sastra Lama yang Mendapat Pegaruh Jawa

Ciri-ciri sastra lama yang mendapat pengaruh Jawa sama halnya dengan sastra lama pada umumnya, seperti:
1.     Tema dalam cerita berkisar pada istana sentris
2.     Berlatar tempat di daerah Jawa
3.     Berkisah tentang cerita percintaan dalam kerajaan di Jawa
4.     Ada yang berbentuk hikayat, syair, dan dongeng
5.     Merupakan milik bersama bagi masyarakat (anonim)
Ciri khusus sastra lama yang mendapat pengaruh Jawa dengan sastra lama pada umumnya adalah bahwa sastra yang mendapat pengaruh Jawa berkembang di Jawa dan berkisah tentang percintaan dalam kerajaan di Jawa, seperti halnya cerita Panji yang menceritakan kisah cinta Panji dan Candra Kirana yang merupakan kisah cinta dari Kerajaan Kediri.
2.3         Contoh Karya Sastra Lama yang Mendapat Pengaruh Jawa

Berikut ini contoh-contoh cerita panji dalam bentuk hikayat, syair, dan dongeng :

1.             Cerita Panji yang Berbentuk Hikayat
Ada beberapa hikayat yang mendapat pengaruh Jawa yaitu Hikayat Cekel Waneng Pati, Hikayat  Dalang Indra Kusuma, Hikayat Naya Kusuma, Hikayat Dewa Asmara Yaya, Hikayat Jaran kinanthi Asmara Dana, Hikayat Kuda Semirang, Hikayat Panji Semirang, dan Hikayat Anom Mataram. Contoh Hikayat Panji Semirang:
Hikayat ini menceritakan tentang Raden Inu Kertapati putra dari Raja Jenggala (kuripan) yang bertunangan dengan Candra Kirana putri dari Raja Daha (sekarang Kediri), meskipun sudah bertunangan tapi mereka belum pernah bertemu. Raja Daha sendiri mempunyai tiga orang istri, Galuh Candra Kirana adalah putri dari permaisuri, Mahadewi istrinya yang kedua tidak mempunyai anak, sedangkan istri yang ketiga bernama Paduka Liku yang diketahui berwatak jahat dan pendengki. Paduka Liku juga  mempunyai seorang putri yang bernama Galuh Adjeng. Ketika mengetahui bahwa Raden Inu meminang Galuh Candra Kirana, Paduka Liku sangat iri dan ingin menggagalkannya dan mengawinkan Raden Inu dengan putriya yaitu Galuh Adjeng

2.      Cerita Panji yang Berbentuk Syair
Cerita panji juga ada yang berbentuk syair yaitu syair ken tambuhan, syair lelakon masa kumitar, syair undakan agung udaya, syair panji semirang, carita wayang kinudang surat gambuh. Berikut salah satu contoh cerita panji yang berbentuk syair :

Lalulah berjalan Ken Tambuhan
diiringkah penglipur dengan tadahan
lemah lembut berjalan pelahan-lahan
lakunya manis memberi kasihan
Tunduk menangis segala puteri
Masing-masing berkata sama sendiri
Jahatnya perangai permaisuri
Lakunya seperti jin dan peri
            Syair ken tambuhan menceritakan tentang percintaan Ken Tambuhan dengan Raden Inu Kertapati yang tidak disetujui oleh permaisuri karena Raden Inu telah bertunangan dengan Candra Kirana. Untuk memisahkan mereka, permaisuri menyuruh Inu untuk berburu lalu di saat Inu berburu permaisuri menyuruh membunuh Ken Tambuhan.
3.      Cerita panji yang berbentuk dongeng
Cerita panji yang berbentuk dongeng mempunyai banyak macam diantaranya yaitu Kethek Ogleng, Ande-Ande Lumut dan Panji Klaras. Berikut ini adalah sinopsis dari Panji Klaras :
Dongeng ini menceritakan tentang Raden Panji, putra Raja Jenggala, yang beristrikan Sekar Taji (Candra Kirana). Di sisi lain ada seorang putri raksasa yang bernama Ni Wadal Kardi yang menyamar sebagai Sekar Taji karena dia iri dengan Sekar Taji yang asli, kemudian setelah menyamar sebagai Sekar Taji dia membuang Sekar Taji yang asli ke dalam hutan dan dia menggantikan posisi Sekar Taji di istana.
Ketika Sekar Taji yang asli dibuang di dalam hutan, dia bertemu dengan seorang pertapa lalu dia tinggal bersama pertapa itu. Di hutan, Sekar taji melahirkan seorang anak laki-laki yang kemudian diberi nama Panji Klaras, di istana Sekar Taji palsu juga melahirkan seorang anak laki-laki. Keduanya, baik anak dari Sekar Taji yang asli maupun anak dari Sekar Taji yang palsu sama-sama senang menyabung ayam sampai suatu saat mereka di pertemukan dalam satu pertarungan ayam yang digelar oleh kerajaan. Dalam pertemuan itu ternyata ayam dari Panji Klaras yang menang, karena tidak menerima kekalahannya anak dari Sekar Taji yang palsu berkelahi dengan Panji Klaras, namun akhirnya Panji Klaras membunuh putra Raja itu. Mendengar berita tersebut Raja marah besar dan kemudian mengejar Panji Klaras sampai ke dalam hutan. Sesampainya di dalam hutan Raja Panji menjumpai Sekar Taji yang asli, disitulah rahasia Ni Wadal Kardi terbongkar. Setelah itu Raja Panji kembali ke istana dan memarahi Ni Wadal Kardi, karena sedih dan malu Ni wadal Kardi meninggalkan istana sampai-sampai dia mati karena dimakan binatang buas. Akhirnya Dewi Sekar Taji kembali ke istana dan hidup bahagia di istana.


2.4     Alasan Karya Sastra Tersebut Termasuk dalam Karya Sastra yang Mendapat Pengaruh Jawa
Setelah mengetahui kisah dari masing-masing bentuk cerita panji, berikut hasil analisis mengapa cerita tersebut termasuk karya sastra yang mendapat pengaruh Jawa:
1.      Hikayat Panji Semirang
Alasan :
1)                       Istana sentris
Pembuktian : “Dua buah kerajaan dari dua orang kakak beradik, Ratu Daha dan Ratu Kuripan merupakan dua hal jauh berbeda.”
2)                       Berlatar tempat di daerah Jawa
Pembuktian : Kerajaan Kuripan terletak di daerah Jawa Timur, Kerajaan Daha terletak di daerah Kediri dan Kerajaan Gagelang sekarang disebut dengan Ponorogo
3)                       Bekisah tentang cerita percintaan di daerah Jawa
Pembuktian : menceritakan percintaan Raden Inu Kertapati dan Dewi Candra Kirana yang notabene keduanya adalah anak dari seorang Raja
4)                       Berbentuk Hikayat
5)                       Anonim
Pembuktian : tidak ada nama pengarang yang dicantumakn dalam hikayat tersebut

2.      Syair Ken Tambuhan
Alasan :
1)                       Istana sentris
Pembuktian : Raden Inu Kertapti berasal dari Kerajaan Jenggala sedangkan Ken Tambuhan adaah seorang putri dari patih di kerajaan tersebut
2)                       Berlatar tempat di daerah Jawa
Pembuktian : Kerajaan Kuripan terletak di daerah Jawa Timur, Kerajaan Daha terletak di daerah Kediri dan Kerajaan Gagelang sekarang disebut dengan Ponorogo
3)                       Bekisah tentang cerita percintaan di daerah Jawa
Pembuktian : menceritakan percintaan terlarang antara Raden Inu Kertapati dan Ken Tambuhan
4)                       Berbentuk Syair
5)                       Anonim
Pembuktian : tidak ada nama pengarang yang dicantumkan dalam syair tersebut
3.                       Dongeng Panji Klaras
Alasan :
1)                       istana sentris
pembuktian : kemudian setelah menyamar sebagai Sekar Taji dia membuang Sekar Taji yang asli ke dalam hutan dan dia menggantikan posisi Sekar Taji di istana
2)                       berlatar tempat di daerah Jawa
pembukian : Kerajaan Kuripan terletak di daerah Jawa Timur, Kerajaan Daha terletak di daerah Kediri dan Kerajaan Gagelang sekarang disebut dengan Ponorogo
3)                       berkisah tentang cerita percintaan di daerah Jawa
pembuktian : Dongeng ini menceritakan tentang Raden Panji, putra Raja Jenggala, yang beristrikan Sekar Taji (Candra Kirana). Di sisi lain ada seorang putri raksasa yang bernama Ni Wadal Kardi yang menyamar sebagai Sekar Taji karena dia iri dengan Sekar Taji yang asli, kemudian setelah menyamar sebagai Sekar Taji dia membuang Sekar Taji yang asli ke dalam hutan dan dia menggantikan posisi Sekar Taji di istana
4)                       Berbentuk dongeng
5)                       Anonim
Pembuktian : tidak ada nama pengarang yang dicantumkan dalam dongeng tersebut











BAB III
PENUTUP
3.1         Simpulan

          Karya sastra lama yang mendapat pengaruh Jawa adalah karya sastra yang menggunakan bahasa melayu yang lahir pada masyarakat lama dan berkembang sebelum Abdullah bin Abdul Qadir Al Munsji dan mendapat pengaruh dari  budaya Jawa.
          Tema dalam cerita berkisar pada istana sentris. Ciri-ciri kaerya sastra lama yang mendapat pengaruh Jawa antara lain: Berlatar tempat di daerah Jawa, berkisah tentang cerita percintaan dalam kerajaan di Jawa, ada yang berbentuk hikayat, syair, dan dongeng, dan merupakan milik bersama bagi masyarakat (anonim).
          Karya sastra yang termasuk di dalamnya adalah cerita panji, cerita panji sendiri mempunyai tiga macam bentuk yaitu berbentuk hikayat (contoh: Hikayat Panji Semirang), berbentuk syair (contoh: Syair Panji Klaras), dan berbentuk dongeng (contoh: Ken Tambuhan).
          Karya sastra tersebut termasuk dalam karya sastra lama yang mendapat pengaruh Jawa karena karangan tersebut bersifat istana sentris, bercerita tentang percintaan dalam kerajaan di Jawa, berlatar tempat di daerah Jawa dan anonim.

3.2              Saran

Selaku mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia sudah sepatutnya mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan sastra termasuk sejarah sastra lama, salah satunya adalah mengenai karya sastra lama  yang mendapat pengaruh Jawa
Pemuda Indonesia juga sudah sewajarnya lebih mencintai budayanya sendiri yaitu dengan salah satu caranya memahami cerita panji ini karena cerita tersebut termasuk dalam sejarah dan warisan sastra yang ada di Indonesia yang harus dijaga agar tidak lagi diakui oleh negara lain.



DAFTAR PUSTAKA

Baried, C.C., Siti Baroroh Dkk. 1987.  Panji: Citra Pahlawan Nusantara. Jakarta: Depdibud.
Budianti, L.M. 2009. Handout Sejarah Sastra Lama. Semarang: Universitas Negeri Semarang.
Poerbatjaraka, R.M.Ng. 1968. Tjerita Pandji dalam Perbandingan. Jakarta: Gunung Agung.
Munandar, Agus Aris. 2011. Bingkai Sejarah yang Menjadi Acuan Kisah Panji. http://hurahura.wordpress.com/2011/01/01/bingkai-sejarah-yang-menjadi-acuan-kisah-panji-2/. Diunduh pada 22/10/2013 - 21:39.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar